Trending
Ketua Umum DPP ASITA Hadiri Uzbekistan-Indonesia Umrah And Networking Luncheon
- 29 Januari 2026 22:10
Siaran Pers: Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia pada Harvard Indonesian Student Association
- admin
- 20 Januari 2026 16:47
- 49X Dibaca
SIARAN PERS
KEMENTERIAN PARIWISATA
Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia di Hadapan Harvard Indonesian Student Association
Jakarta, 20 Januari 2026 — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian serta arah pengembangan pariwisata Indonesia kepada Harvard Indonesian Student Association (HISA), organisasi mahasiswa resmi Universitas Harvard yang mewadahi mahasiswa Indonesia dan peminat studi tentang Indonesia.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Menpar menegaskan kekuatan fundamental Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta lebih dari 6.100 desa wisata yang mengusung tradisi dan kearifan lokal. Lima desa wisata Indonesia bahkan telah diakui sebagai desa wisata terbaik dunia oleh UN Tourism.
Selain itu, Indonesia juga memiliki 12 UNESCO Global Geopark, 10 Situs Warisan Dunia, serta 16 warisan budaya takbenda yang tercatat di UNESCO.
“Fakta ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan sekadar tentang satu destinasi, melainkan sebuah ekosistem yang mencakup geografi, budaya, alam, dan masyarakatnya,” ujar Menpar Widiyanti.
Menpar menjelaskan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama, yang terdiri atas 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif. Di sisi lain, ruang tetap terbuka bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mengembangkan destinasi lainnya secara mandiri.
“Visi kami tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Sepanjang 2025, sektor pariwisata menunjukkan kinerja yang solid. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025 dan diproyeksikan menembus 15,34 juta kunjungan hingga akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.
Rata-rata pengeluaran wisatawan internasional juga meningkat menjadi 1.259 dolar AS pada tiga kuartal pertama 2025, melampaui target 1.220 dolar AS. Hal ini mendorong penerimaan devisa pariwisata sebesar 13,82 miliar dolar AS dan diproyeksikan mencapai 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun.
Sektor pariwisata turut menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025, dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta tenaga kerja pada 2026.
Menpar juga memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Dari sisi jumlah kunjungan absolut pada Januari–November 2025, Indonesia berada di peringkat kelima. Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.
Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan. Menpar menekankan pentingnya perbandingan data yang adil antarnegara.
“Dalam membandingkan dengan negara lain, perlu mengecualikan data ekskursionis atau pelancong singkat. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” ujarnya.
Menatap 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan paket wisata tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta penerapan Tourism 5.0 berbasis teknologi.
Selain sektor gastronomi, wellness, dan bahari, pengembangan pariwisata juga merambah seni, desain, dan tekstil untuk menarik segmen wisatawan menengah ke atas.
Meski mencatat kinerja positif, Menpar tidak menutup mata terhadap tantangan, antara lain konektivitas transportasi, kebijakan visa, pengelolaan lingkungan dan keamanan destinasi, manajemen pengunjung, serta ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat.
“Saat ini kami menjalankan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu bersaing secara global,” tambahnya.
Menpar optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia akan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” tutupnya.
Turut mendampingi Menpar dalam kegiatan ini Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham.
Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata
Berita Terkait
Ketua Umum DPP ASITA Hadiri Uzbekistan-Indonesia Umrah And Networking Luncheon
- admin
- 29 Januari 2026 22:10
ASITA Lampung minta pemerintah segera lakukan pembenahan tempat wisata
- admin
- 28 Januari 2026 18:22
KEN Kembali Digelar, Ini Dia 125 Event Terpilih Unggulan 2026
- admin
- 23 Januari 2026 14:37
Wamenpar Apresiasi POCARI SWEAT Run 2026 Jadi Penggerak Sport Tourism Nasional
- admin
- 22 Januari 2026 16:42
Terbaru
Pengkab Perbakin Lampung Selatan Gelar Kejuaraan Menembak Bupati Cup-1
- 03 Februari 2026 00:11